Kirab Tumpengan Warnai Bersih Desa Kalipare, Warga Kenang Jasa Mbah Jowo Pembabat Alas Desa

  • Jun 03, 2026
  • Ikbar Zakariya

XPARETIMES – Warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menggelar kirab tumpengan dalam rangka tradisi Bersih Desa yang berlangsung selama dua hari, (12-13/05/ 2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan kepada Mbah Jowo atau Mbah Singo Rekso yang diyakini sebagai salah satu tokoh pembabat alas dan perintis wilayah Desa Kalipare.

Kirab tumpengan diberangkatkan dari Balai Desa Kalipare menuju pesarehan Mbah Jowo. Pelepasan peserta kirab dilakukan oleh Abdul Rochim yang mewakili Kepala Desa Kalipare karena berhalangan hadir.

Kegiatan tersebut diikuti unsur Pemerintah Desa Kalipare, Babinsa, ketua paguyuban, juru kunci, serta ratusan warga yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Selain kirab tumpengan, rangkaian Bersih Desa juga diisi dengan doa bersama dan haul untuk para leluhur desa di Balai Desa Kalipare, khotmil Quran di lokasi pesarehan, nyadran, serta pertunjukan seni jaranan atau kuda lumping.

Dalam sambutannya, Abdul Rochim yang mewakili Ketua Paguyuban Napak Dwi Listiono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada para pendahulu desa.

"Ini adalah kegiatan kirim doa dan haul khusus untuk Mbah Jowo serta para kepala desa dan tokoh-tokoh yang telah mendahului kita. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan ini," ujarnya.

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, Mbah Jowo atau Singo Rekso dikenal sebagai salah satu perintis yang membuka kawasan hutan yang kemudian berkembang menjadi Desa Kalipare.

Pada masa lalu, wilayah Kalipare masih berupa kawasan hutan lebat. Bersama sejumlah tokoh lain seperti Mbah Kromo, Mbah Truno, Mbah Tirosari, Mbah Teromejo, dan Mbah Salamah, Mbah Jowo disebut turut membuka lahan dan membangun permukiman di kawasan tersebut.

Masyarakat setempat meyakini Mbah Jowo merupakan salah satu murid Mbah Jugo, tokoh yang dimakamkan di kawasan Gunung Kawi. Dalam tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, Mbah Jugo dan para pengikutnya disebut berasal dari wilayah Mataram dan bergerak ke kawasan timur Pulau Jawa pada masa pergolakan politik di Kerajaan Mataram.

Karena berasal dari tanah Jawa bagian barat atau wilayah Yogyakarta, tokoh tersebut kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Jowo.

Melalui tradisi Bersih Desa dan kirab tumpengan, warga Kalipare berharap nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta pelestarian sejarah desa dapat terus diwariskan kepada generasi muda. (*)