Jelang Petik Melon Perdana, Forkopimcam Kalipare Tinjau Greenhouse Berisi 2.400 Tanaman

  • Jun 21, 2026
  • Ikbar Zakariya

XPARETIMES – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalipare melakukan kunjungan pemantapan teknis menjelang seremoni Petik Melon Perdana di greenhouse milik BUMDes Arto Moro, Dusun Pirang, Desa Kalipare, Kabupaten Malang, Jumat (19/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan budidaya melon yang menjadi salah satu program unggulan ketahanan pangan Desa Kalipare. Saat ini, BUMDes Arto Moro mengelola dua greenhouse dengan total sekitar 2.400 tanaman melon yang telah memasuki fase menjelang panen.

Kepala Desa Kalipare, Saiful Anwar, mengatakan program ketahanan pangan desa pada 2025 didukung anggaran sebesar Rp 353 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan dua unit usaha desa, yakni sektor pertanian dan peternakan. Pada sektor pertanian, pengembangan difokuskan pada budidaya melon dan jamur, sedangkan sektor peternakan difokuskan pada budidaya kambing.

Menurut Saiful, budidaya melon memiliki prospek yang menjanjikan sehingga akan menjadi fokus pengembangan usaha desa pada masa mendatang.

“Ke depan kami ingin lebih fokus pada budidaya melon karena potensinya cukup besar. Selain dapat meningkatkan pendapatan asli desa, usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja masyarakat Kalipare,” ujarnya.

Saat ini, masing-masing greenhouse ditanami sekitar 1.200 tanaman melon. Sebagian hasil panen bahkan telah dipersiapkan untuk dipasarkan melalui mitra penjualan yang selanjutnya akan mendistribusikannya ke pasar ekspor, termasuk Singapura.

Pengelola greenhouse BUMDes Arto Moro, Amirul, menjelaskan bahwa sistem budidaya menggunakan greenhouse memberikan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan penanaman di lahan terbuka.

Menurut dia, tanaman melon yang dibudidayakan di dalam greenhouse lebih terlindungi dari serangan hama dan pengaruh cuaca ekstrem. Selain itu, penerapan teknologi budidaya juga dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Kalau di lahan terbuka tingkat keberhasilannya kecil. Tapi di greenhouse semuanya lebih terkontrol dan banyak teknologi yang bisa diterapkan,” kata Amirul.

Ia menambahkan, melon yang dibudidayakan memiliki bobot rata-rata 1,7 hingga 1,8 kilogram per buah. Tingkat kemanisan buah umumnya dapat dikenali dari ketebalan pola jaring atau net pada kulit melon.

Dalam satu tahun, tanaman melon di greenhouse tersebut diperkirakan dapat dipanen sebanyak empat hingga lima kali, tergantung kondisi tanaman dan faktor cuaca.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kalipare, Agus Setya Buddhi, S.STP., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kalipare dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian modern melalui BUMDes.

Menurut Agus, panen perdana melon diharapkan menjadi titik awal pengembangan usaha desa yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Kami berharap hasil panen ini menjadi batu loncatan yang baik bagi BUMDes Kalipare. Yang paling penting, program ini mampu membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi generasi muda, sehingga mereka dapat menjadi petani milenial yang produktif,” ujarnya.

Ia berharap BUMDes Arto Moro terus berkembang dan mampu menjadi unit usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui pengembangan budidaya melon tersebut, Pemerintah Desa Kalipare menargetkan terciptanya usaha desa yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian lokal melalui peningkatan pendapatan desa dan penyerapan tenaga kerja.